Diduga Akibat Aktivitas PETI Berkedok Quarry Ilegal di Sungai Batang Maligi, Akses Jalan Masyarakat Hancur
Koreksi News
... menit baca
PASAMAN BARAT // KoreksiNews - Masih saja dampak aktivitas penambangan ilegal bikin geram, sejumlah warga Tinggiran Sungai Aur keluhkan kerusakan jalan yang diduga disebabkan aktivitas peti berkedok Quarry ilegal, di Jorong Pematang Sontang, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur 19 Maret 2026 Provinsi Sumatra Barat.
Aktivitas itu terungkap setelah laporan dari sejumlah warga Serasah Betung (Tinggiran), pada Selasa 17 Maret 2026, yang mengeluhkan kondisi jalan mereka mengalami kerusakan parah diduga akibat lalu lalang truk pengangkut material dari lokasi quarry ilegal.
" Lihatlah jalan kami yang hancur ini, bang. Setiap hari truk keluar masuk, jalan makin parah rusaknya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi laporan tersebut, akhirnya tim wartawan pun melakukan investigasi lapangan pada Rabu, 18 Maret 2026. Setibanya dilokasi, awak media menyaksikan adanya kegiatan pengerukan pasir dan batu yang berlangsung di aliran sungai yang disebutkan.
Namun yang lebih mengejutkan, dilokasi kegiatan itu awak media tidak hanya menyaksikan aktivitas quarry, tetapi terlihat pemandangan Box Sluice yang difungsikan, berdiri disamping alat berat escavator, seperti biasanya digunakan sebagai alat penyaring emas dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Temuan itu menguatkan dugaan atas informasi dari masyarakat, yang menyatakan quarry hanya digunakan sebagai manifulatip kegiatan, ternyata dugaan penambangan emas ilegal benar dan terlihat adanya di Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.Menurut informasi yang di terima, aktivitas tersebut diduga milik seorang warga setempat , dan saat ini di operasional kan oleh anaknya sendiri.
Hasil tinjauan membuktikan, aktivitas tersebut telah menimbulkan kerusakan terhadap ekosistim lingkungan, dan eksistensi sungai yang tercemar, hingga saat ini keberadaan sungai tersebut tidak dapat diharapkan lagi seperti sebelumnya.
“Dulu airnya jernih, sekarang sudah keruh seperti ini. Kami jadi susah untuk mandi dan mencuci,” ungkap warga lainnya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga menegaskan bahwa dampak dari aktivitas ilegal itu tidak mungkin dapat di sembunyikan dari kelayak banyak, letak Historical sungai yang melingkar di sepanjang pinggiran pemukiman masyarakat menjadi posisi mudah untuk diketahui publik,, apa lagi pihak penegak hukum", jangan kalian korbankan nasib orang banyak demi segelintir kepentingan oligarki semata" tegasnya.
Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH), dan Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk menertibkan aktivitas ilegal tersebut. Penindakan tegas dinilai penting agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas, dan dampak sosial terhadap warga dapat segera dihentikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas aktivitas tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.(HMD).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

