E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Soroti Dugaan Manipulasi Data Plasma, Mahasiswa GPM-PALAS Geruduk Kantor Bupati

PADANG LAWAS // KoreksiNews
- Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Padang Lawas (GPM-PALAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Padang Lawas menyuarakan keresahan terhadap dugaan manipulasi data penerima manfaat plasma oleh PT Agrinas Palma Nusantara. Senin (11/05/2026).

Massa yang dipimpin Koordinator Aksi, Panaekan Hasibuan tiba di kantor Bupati Padang Lawas sekitar pukul 14.00 wib dengan pengawalan aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

Dalam orasinya, aja Sopang Muda Hasibuan menyampaikan bahwa dugaan manipulasi data tersebut merupakan persoalan serius yang berpotensi merugikan masyarakat, khususnya para penerima manfaat plasma.

Selanjutnya, Fandi Andika Hasibuan, menegaskan bahwa kepemimpinan yang ideal setidaknya harus memenuhi tiga indikator utama, yakni etikalitas, intelektualitas, dan elektabilitas. Ia menyampaikan bahwa ketidakhadiran Bapak Bupati dalam situasi krisis publik mencerminkan lemahnya etikalitas dalam bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Kemudian, Panaekan Hasibuan sebagai Koordinator Aksi menegaskan bahwa GPM-PALAS akan melanjutkan langkah perjuangan ke ranah hukum dengan melaporkan persoalan ini hingga sampai pada mahkamah agung.

Sebelum membubarkan diri Panaekan berharap pada APH agar kasus tersebut jangan ada yang di tutup-tutupi bahkan ia mengatakan apabila bupati terlibat dan ikut serta mendapatkan fee dari hasil penerima manfaat plasma tersebut maka ia juga wajib di tersangka kan sebagaimana asas Equality before the law bahwa setiap orang harus di perlakukan sama dan adil di depan hukum tanpa diskriminasi status maupun kekayaan yang akan menjadi pembeda.

Massa menegaskan bahwa gerakan ini merupakan control sosial dan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal keadilan serta menjaga integritas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Padang Lawas.

Dalam tuntutannya, GPM-PALAS sebelumnya juga meminta Bupati Padang Lawas untuk memberikan klarifikasi secara terbuka, serta mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan independen tanpa intervensi pihak manapun.

Masa aksi menyimpulkan sebagaimana tuntutan mereka atas manipulasi data plasma PT Agrinas Palma Nusantara tersebut di duga kuat ada kaitannya dengan bupati.

Pantauan KoreksiNews, Situasi sempat memanas ketika terjadi bentrok saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan aksi.

Ketegangan dipicu oleh tuntutan massa agar Bupati Padang Lawas hadir secara langsung untuk memberikan klarifikasi atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Aksi kemudian berlangsung dinamis selama kurang lebih satu jam. Namun, hingga waktu tersebut, Bupati Padang Lawas tidak kunjung hadir menemui massa aksi.(PH).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??