Komunitas Aine Berbagi Berkah Gunungsitoli Santuni 30 Warga di Desa Mudik
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews - Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh Komunitas Aine Berbagi Berkah Kota Gunungsitoli. Pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan 3 Rabiul Awal 1448 Hijriah, komunitas tersebut melaksanakan kegiatan penyantunan bagi fakir miskin, anak yatim, dan muallaf di Masjid Al-Muttaqin, Siwulu Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.
Sebanyak 30 orang dari Dusun I dan Dusun II Desa Mudik menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Santunan diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan itu Penjabat Kepala Desa Mudik, Bambang Mardin Polem, Kepala Dusun I dan Kepala Dusun II, jajaran pengurus BKM Al-Muttaqin, para Imam, Tokoh Masyarakat, Dewan Penasehat Komunitas Aine Berbagi Berkah Kota Gunungsitoli, anggota komunitas, serta para penerima santunan.
Bagi Komunitas Aine Berbagi Berkah, kegiatan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan infak dan sedekah dari para pengurus serta anggota komunitas kepada kaum duafa.Koordinator Komunitas Aine Berbagi Berkah Kota Gunungsitoli, Ustadz Irwansyah Gulo, S.Sos.I menyampaikan bahwa kegiatan penyantunan tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus menghadirkan manfaat di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Menurutnya, kegiatan penyantunan bukanlah kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan. Sejak terbentuk hingga memasuki usia satu tahun, Komunitas Aine Berbagi Berkah telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Ini bukan pertama kali kegiatan seperti ini kita laksanakan. Alhamdulillah, Komunitas Aine Berbagi Berkah sudah berjalan dan memasuki usia satu tahun. Dalam perjalanan tersebut, sudah berbagai macam kegiatan yang kita laksanakan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Ustadz Irwansyah.
Ia menjelaskan, keberadaan komunitas tersebut berangkat dari semangat sederhana, yaitu bagaimana infak dan sedekah yang dikumpulkan dari para pengurus, anggota, maupun para donatur dapat disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
“Bagi kami, berbagi bukan hanya tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi yang paling penting adalah keikhlasan dan kepedulian kita. Ketika kita bisa membantu meringankan beban saudara kita, sekecil apa pun bantuan itu, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Ustadz Irwansyah juga mengajak seluruh anggota komunitas dan masyarakat untuk tidak berhenti menebarkan kebaikan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dipelihara.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin berkembang. Mudah-mudahan semakin banyak orang yang tergerak hatinya untuk berbagi. Karena kalau kebaikan dilakukan bersama-sama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar dan semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan penyantunan juga memiliki nilai penting dalam mempererat silaturahmi antara komunitas dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, serta berbagai unsur lainnya.
“Yang kita bangun bukan hanya hubungan antara pemberi dan penerima santunan, tetapi juga silaturahmi. Kita ingin hadir bersama masyarakat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan sebisa mungkin memberikan manfaat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang ikut mengambil bagian,” pungkasnya.Ketua BKM Al-Muttaqin yang dalam kesempatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Sulaiman Harefa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komunitas Aine Berbagi Berkah karena telah memilih Masjid Al-Muttaqin sebagai tempat pelaksanaan kegiatan penyantunan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkesinambungan dan cakupannya semakin luas, tidak hanya dilaksanakan di wilayah Kota Gunungsitoli, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah lainnya.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Komunitas Aine Berbagi Berkah yang telah melaksanakan kegiatan penyantunan di Masjid Al-Muttaqin. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkesinambungan dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” ujar Ustadz Sulaiman.
Pada kesempatan itu, disampaikan pula bahwa Masjid Al-Muttaqin saat ini masih dalam proses pembangunan. Karena itu, BKM membuka peluang bagi para relasi dan masyarakat yang ingin menyalurkan infak maupun sedekah untuk turut mendukung pembangunan masjid tersebut.
“Kami juga berharap apabila ada relasi atau masyarakat yang ingin menyalurkan infak dan sedekah, dapat ikut membantu pembangunan Masjid Al-Muttaqin yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” tambahnya.Apresiasi juga datang dari Penjabat Kepala Desa Mudik, Bambang Mardin Polem, yang sekaligus merupakan salah satu pengurus Komunitas Aine Berbagi Berkah Kota Gunungsitoli.
Ia menilai kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.
Menurutnya, santunan yang diberikan bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang dapat menumbuhkan harapan bagi penerimanya.
“Kegiatan seperti ini sangat diharapkan hadir di tengah-tengah masyarakat dan penyantunan ini tentunya dapat membantu para penerima,” ungkapnya.
Ia pun berharap Komunitas Aine Berbagi Berkah dapat terus menjalankan kegiatan sosial tersebut secara konsisten dan semakin berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Liputan: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...



