Gaji dan TPP Nakes diduga Belum Dibayar, Bang YD : Pemimpin yang Baik Tidak Membiarkan Hak Nakes Terabaikan
Koreksi News
... menit baca
JAKARTA // KoreksiNews - Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Nias, Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., menegaskan bahwa salah satu tolok ukur utama kepemimpinan yang baik adalah komitmen nyata dalam menjaga kesejahteraan aparatur, terutama tenaga kesehatan (nakes) yang setiap hari berada di garis terdepan melayani masyarakat.
Menurutnya, apabila informasi mengenai tenaga kesehatan di Puskesmas se-Kota Gunungsitoli yang menerima upah sangat kecil, atau bahkan belum menerima gaji, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), maupun jasa pelayanan selama berbulan-bulan benar adanya, maka persoalan tersebut harus segera menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Gunungsitoli.
"Tidak ada alasan yang dapat menghapus kenyataan bahwa mereka tetap bekerja setiap hari. Mereka tetap melayani ibu hamil, bayi, lansia, pasien gawat darurat, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan," ujar Yusman Dawolo, yang akrab disapa Bang YD melalui akun Facebooknya. Senin(29/06/2026).
Ia menilai, di balik seragam yang dikenakan para tenaga kesehatan, terdapat tanggung jawab besar terhadap keluarga yang harus dipenuhi. Mulai dari biaya pendidikan anak, cicilan, kebutuhan sehari-hari, hingga sebagian tenaga kesehatan yang masih bergantung pada bantuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Bagaimana mungkin seseorang diminta bekerja secara profesional jika hak dasarnya belum dipenuhi? Bagaimana mungkin pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal apabila tenaga kesehatan harus memikirkan biaya transportasi untuk berangkat bekerja atau bahkan mencari pinjaman demi memenuhi kebutuhan keluarganya?" katanya.
Bang YD menambahkan, apabila kendala yang dihadapi berkaitan dengan regulasi, maka seharusnya hal tersebut telah diantisipasi jauh sebelum menimbulkan persoalan.
"Tata kelola pemerintahan yang baik menuntut adanya perencanaan, antisipasi, dan penyelesaian yang cepat, bukan membiarkan persoalan berlarut-larut hingga berdampak pada kesejahteraan tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, tenaga kesehatan bukan sekadar pegawai, melainkan garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, ketika kesejahteraan mereka diabaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat yang menerima layanan kesehatan.
Oleh sebab itu, ia mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli segera mengambil langkah konkret dengan menyelesaikan seluruh kewajiban yang masih tertunda, memastikan mekanisme pembayaran tidak lagi mengalami hambatan, meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan, serta mengevaluasi sistem pengelolaan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"Seorang pemimpin yang baik tidak menunggu keluhan menjadi ramai. Pemimpin hadir lebih dahulu untuk memastikan setiap orang yang mengabdi kepada masyarakat memperoleh haknya secara adil dan tepat waktu," tegasnya.
Bang YD berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian utama. Menurutnya, menghargai tenaga kesehatan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjaga martabat para tenaga kesehatan yang setiap hari berjuang melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat Kota Gunungsitoli.
Liputan : Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
