E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Kontingen Kwarcab Nias Barat Pulang dari Jambore Sibolangit, Bawa Pengalaman, Prestasi, dan Semangat Baru

NIAS BARAT // koreksiNews
- Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Nias Barat kembali ke daerah setelah mengikuti Jambore Pramuka Tingkat Daerah Sumatera Utara di Bumi Perkemahan Sibolangit. Sebanyak 32 peserta bersama jajaran pembina dan pendamping tiba dalam kondisi sehat serta disambut oleh Pemerintah Kabupaten Nias Barat di Lobi Kantor Bupati Nias Barat, Selasa (14/7/2026).

Pimpinan Kontingen Kwarcab Nias Barat, Fatizamuala Hulu, mengatakan keikutsertaan dalam Jambore menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta. Selain memperluas wawasan, kegiatan tersebut membentuk karakter, melatih kemandirian, menumbuhkan kepemimpinan, serta memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota Pramuka.

Menurutnya, Jambore tahun ini diikuti sekitar 3.500 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Kabupaten Nias Barat mengirimkan 32 peserta yang terdiri atas 16 putra dan 16 putri, didampingi empat pembina pendamping, satu staf pendamping, dan satu pimpinan kontingen.

"Anak-anak belajar hidup mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka juga memiliki kesempatan bertukar pengalaman dan menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara," ujar Fatizamuala Hulu.

Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama Jambore akan menjadi bekal penting bagi peserta ketika kembali ke sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena itu, ia berharap pembinaan Gerakan Pramuka terus mendapat dukungan agar semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan mengikuti kegiatan serupa.

Keikutsertaan Kontingen Kwarcab Nias Barat juga membuahkan prestasi. Salah seorang peserta, Grace Ineke Daeli, menerima beasiswa dari Gubernur Sumatera Utara sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang diraih selama mengikuti Jambore Sibolangit.

Sementara itu, peserta Rayens Daeli dari SMP Negeri 2 Lahomi dan Naomi Salsa Laoli dari SMP Negeri 1 Mandrehe mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan. Menurut mereka, Jambore menjadi sarana untuk belajar hidup mandiri, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas wawasan melalui interaksi dengan peserta dari berbagai daerah.

"Selama mengikuti Jambore kami mendapatkan banyak pengalaman. Kami menjadi lebih mandiri, kepribadian kami semakin terbentuk, dan wawasan kami juga semakin bertambah," ujar keduanya.

Mereka mengatakan kegiatan halang rintang menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan karena melatih kerja sama, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara berkelompok. Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai keterampilan kepramukaan, seperti sandi Pramuka, tali-temali, teknik mendirikan tenda, dan tata upacara.

Rayens Daeli dan Naomi Salsa Laoli berkomitmen membagikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Jambore kepada teman-teman di sekolah agar nilai-nilai kepramukaan dapat dirasakan lebih luas.

Kepulangan Kontingen Kwarcab Nias Barat dari Jambore Sibolangit tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan di tingkat daerah, tetapi juga menjadi awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kepedulian, dan semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka lainnya di Kabupaten Nias Barat.(DEDY HALAWA).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??