E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bupati Nias Dampingi Menteri PU Tinjau Jalan Nasional yang Terdampak Longsor dan Banjir di Nias

NIAS // KoreksiNews
– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., didampingi Bupati Nias Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., meninjau langsung sejumlah titik ruas Jalan Nasional yang terdampak longsor dan banjir di Kabupaten Nias, Sabtu (1/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas kerusakan infrastruktur yang dipicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Rusaknya sejumlah ruas Jalan Nasional sempat menjadi perhatian masyarakat karena menghambat mobilitas warga serta aktivitas perekonomian di wilayah Nias.

Peninjauan diawali di ruas Jalan Nasional yang berada di Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan. Dari lokasi itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke KM 47 Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato, untuk melihat secara langsung kondisi longsor yang mengancam badan Jalan Nasional akibat derasnya arus Sungai Mola.

Di hadapan Menteri PU, Bupati Nias Yaatulo Gulo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di Kabupaten Nias. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal percepatan penanganan ruas Jalan Nasional Gunungsitoli–Telukdalam yang melintasi wilayah Kabupaten Nias sepanjang sekitar 43 kilometer.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak Menteri PU ke Kabupaten Nias. Kami berharap penanganan ruas Jalan Nasional sepanjang 43 kilometer ini dapat dipercepat, termasuk perbaikan sistem drainase, sehingga jalan kembali mantap dan persoalan banjir serta genangan dapat ditangani secara menyeluruh," ujar Yaatulo Gulo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nias juga memaparkan kondisi terkini di lokasi longsor. Menurutnya, derasnya aliran Sungai Mola terus mengikis badan jalan sehingga berpotensi memperluas kerusakan apabila tidak segera dilakukan penanganan secara menyeluruh.

Yaatulo Gulo mengusulkan normalisasi maupun pengalihan alur Sungai Mola agar badan Jalan Nasional terlindungi dari ancaman erosi dan longsor pada masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan memperbaiki badan jalan yang rusak, tetapi juga menangani akar persoalan yang menyebabkan kerusakan, termasuk sistem aliran air di sekitar lokasi.

Ia memastikan penanganan titik longsor akan mulai dikerjakan pada tahun ini. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga akan melaksanakan perbaikan ruas Jalan Nasional Gunungsitoli–Telukdalam yang melintasi Kabupaten Nias sepanjang kurang lebih 43 kilometer.

Usai dari Kecamatan Bawolato, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Tuhembuasi dan Desa We'a We'a, Kecamatan Sogaeadu. Di lokasi tersebut, Menteri PU melihat langsung kawasan yang kerap terdampak longsor, genangan, dan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam peninjauan itu, Dody Hanggodo menyoroti kondisi saluran drainase dan gorong-gorong di sepanjang Jalan Nasional yang banyak tertutup sehingga menghambat aliran air dan memperparah genangan.

Menurutnya, banjir tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan, tetapi juga karena sistem drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tersumbat maupun ditutup secara permanen.

"Kami berharap kepada masyarakat, kalau menutup parit atau gorong-gorong jangan dibeton mati. Kalau sudah dibeton, akan sangat sulit dibongkar ketika dilakukan perbaikan atau pembersihan. Itu yang menjadi salah satu kendala di lapangan,"tegas Dody.

Sebagai langkah penanganan, Kementerian PU akan menambah saluran drainase dan gorong-gorong di sisi kiri maupun kanan Jalan Nasional untuk meningkatkan kapasitas aliran air. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan sekaligus mencegah banjir berulang saat hujan deras.

Menteri PU juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, saluran yang tersumbat tidak hanya memicu banjir, tetapi juga mempercepat kerusakan badan jalan dan menyulitkan proses pemeliharaan.

Pada kesempatan yang sama, Dody Hanggodo turut mengapresiasi kinerja PPK 3.5 Satker PJN Wilayah III Sumatera Utara, Theofilus Jeremia Ginting, yang dinilai cepat merespons berbagai laporan masyarakat terkait banjir, longsor, maupun kerusakan Jalan Nasional.

Ia menegaskan bahwa preservasi jalan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Jalan Nasional tetap aman, mantap, dan mampu melayani kebutuhan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Turut mendampingi Menteri PU dalam peninjauan tersebut, Bupati Nias Barat, Bupati Nias Utara, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Hardy Siahaan, Anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera, Kabid Preservasi II BBPJN Sumatera Utara Agung Setyawan, PPK 3.5 Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias beserta jajaran, Kapolsek Gido, Sekretaris Kecamatan Bawolato, personel Polsek Bawolato, serta para kepala desa.

Editor : Ganda Pasaribu
Sumber : Kominfo Nias
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??