E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Dua Penghargaan Bupati Gayo Lues Disorot, BEM PSDKU USK Minta Pemerintah Buka Data

GAYO LUES // KoreksiNews
— Dua penghargaan yang baru diterima Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si. mendapat perhatian dari BEM PSDKU USK Gayo Lues. Organisasi mahasiswa tersebut menilai penghargaan merupakan capaian yang patut diapresiasi, namun tetap perlu diuji melalui data dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Bupati Gayo Lues diketahui menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada Koperasi Awards 2026 dari Kementerian Koperasi serta Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dari iNews Media Group.

Dalam pernyataannya, BEM PSDKU USK Gayo Lues menyoroti penghargaan Pembangunan Ekonomi Daerah yang dikaitkan dengan inovasi pengembangan budidaya kopi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah sebelumnya menyebut program pengembangan kopi yang ditargetkan mencapai 2.500 hektare dalam lima tahun telah berkembang hingga sekitar 3.800 hektare dalam dua tahun.

Menurut mahasiswa, luas lahan bukan satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. Mereka mempertanyakan sejauh mana program tersebut meningkatkan pendapatan petani, jumlah masyarakat penerima manfaat, nilai produksi, akses pasar, hingga kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bertambahnya luas lahan belum otomatis berarti bertambahnya kesejahteraan. Produksi meningkat juga belum otomatis berarti pendapatan petani meningkat,” demikian sikap BEM PSDKU USK Gayo Lues.

Sorotan juga diarahkan kepada program unggulan pemerintah daerah, termasuk GRETEK. BEM meminta pemerintah menjelaskan target, tingkat realisasi, jumlah penerima manfaat, peningkatan pendapatan masyarakat, dampak terhadap komoditas unggulan, serta kontribusi program terhadap PAD.

BEM PSDKU USK Gayo Lues menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah maupun penghargaan yang telah diterima. Mereka justru meminta agar capaian tersebut dapat dibuktikan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menilai berdasarkan data.

Sedikitnya terdapat lima hal yang dipertanyakan, yakni indikator dan data dasar pemberian penghargaan, dampak pengembangan kopi terhadap pendapatan petani, kontribusi pembangunan ekonomi terhadap PAD, ukuran keberhasilan GRETEK, serta kesediaan pemerintah membuka data dan berdialog dengan mahasiswa serta masyarakat.

BEM PSDKU USK Gayo Lues menilai penghargaan seharusnya tidak menjadi akhir evaluasi, melainkan momentum untuk memperlihatkan hasil pembangunan secara transparan.

“Jika memang berhasil, tunjukkan datanya. Jika memang berdampak, tunjukkan hasilnya. Jika memang meningkatkan ekonomi, tunjukkan perubahan pendapatan masyarakat,” tegas mereka.

BEM PSDKU USK Gayo Lues menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penghargaan merupakan bentuk pengakuan, sedangkan kesejahteraan masyarakat adalah pembuktian.

Mereka berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang 
evaluasi dan dialog publik agar berbagai capaian pembangunan Gayo Lues dapat dinilai secara objektif berdasarkan data dan kondisi masyarakat di lapangan.

Reporter : Kang Juna
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??