E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Revitalisasi SMA Sukma Nias Disorot, Berkat Laoli: Pengawasan Harus di perketat, Jangan Sampai Ada Pekerjaan Asal Jadi

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
 - Pelaksanaan proyek revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias menjadi perhatian masyarakat. Sorotan tersebut disampaikan melalui pemberitaan media maupun aksi damai yang mempertanyakan sejumlah hal terkait pelaksanaan pekerjaan, termasuk penggunaan material serta ambruknya tembok pembatas di area sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Kepulauan Nias, Pdt. Berkat Kurniawan Laoli, S.Pd., MIP., menegaskan bahwa kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Berkat mengatakan, sekitar dua minggu lalu dirinya telah menyampaikan langsung persoalan revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

“Sekitar dua minggu lalu saya bertemu dengan Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara saat rapat Banggar. Waktu itu saya sudah menyampaikan tentang SMA Negeri Unggulan Sukma Nias ini” ujar Berkat ketika di konfirmasi via Whatsapp. Rabu(9/9/2026) malam.

Menurutnya, sejak awal dirinya telah mengingatkan agar proyek tersebut tidak terbengkalai dan dikerjakan dengan standar kualitas yang baik.

“Saya sudah tegaskan kepada Kepala Dinas, proyek tersebut jangan sampai terlantar, jangan tidak berkualitas dan jangan kontraktor mengerjakannya asal jadi,” tegasnya.

Berkat juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memastikan pengawasan di lapangan berjalan secara maksimal. Ia menyebut Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Gunungsitoli perlu benar-benar menjalankan fungsi pengawasan terhadap rekanan maupun konsultan pengawas.

Hal itu dinilai penting karena pekerjaan revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias saat ini telah menjadi perhatian masyarakat.

“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas agar benar-benar menugaskan Kepala UPT Cabang Dinas Gunungsitoli untuk mengawasi rekanan maupun konsultan pengawas. Karena hari ini masyarakat sudah banyak menyoroti pekerjaan sekolah Sukma ini,” katanya.

Ia menekankan, pemerintah maupun tim pengawas jangan baru turun melakukan pemeriksaan setelah muncul persoalan. Menurutnya, pengawasan seharusnya dilakukan sejak pekerjaan berlangsung sehingga potensi masalah dapat segera diketahui dan dicegah.

“Jangan sudah ada kejadian baru ada klarifikasi, baru ada pemeriksaan. Seharusnya tim pengawas ataupun dinas pendidikan selalu hadir di sana pada saat pekerjaan sedang dikerjakan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Terkait informasi mengenai dugaan penggunaan material yang dinilai tidak wajar, termasuk dugaan penggunaan pasir laut dalam pekerjaan konstruksi, Berkat meminta pihak terkait tidak mengabaikan persoalan tersebut.

“Yang seperti adanya material yang tidak wajar diduga digunakan di lokasi proyek, ini yang Dinas Pendidikan jangan membiarkan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Berkat memastikan dirinya akan melihat langsung kondisi proyek revitalisasi tersebut saat memasuki masa reses pada September 2026.

“Dalam waktu dekat, saat reses nanti saya pastikan saya akan ke sana. Di bulan September ini, tinggal menunggu jadwal yang pas. Nanti saya sendiri akan ke lokasi melihat secara langsung,” katanya.

Ia menyebut rencana turun ke lapangan juga berkaitan dengan informasi mengenai ambruknya tembok pembatas di area SMA Negeri Unggulan Sukma Nias yang sebelumnya telah diberitakan.

“Terlebih-lebih informasi yang baru kami dengarkan bahwa ada bangunan tembok yang roboh di lokasi. Kami juga baca di berita terkait hal ini dan belum ada juga konfirmasi dari mereka,” ungkapnya.

Berkat menilai apabila nantinya hasil pemeriksaan membuktikan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi maupun kontrak, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius.

“Jika itu benar, berarti memang ada pengawasan yang kurang di lokasi. Lalu ada kemudian pekerjaan yang tidak sesuai kontrak, sehingga bangunan tembok itu tidak tahan dan roboh,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut harus terlebih dahulu dipastikan melalui pemeriksaan di lapangan. Namun, apabila ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka pengawasan terhadap pelaksanaan proyek perlu diperketat.

“Itu menandakan bahwa memang di lokasi itu telah terjadi pengerjaan bangunan yang tidak sesuai dengan spek atau tidak sesuai dengan kontrak oleh rekanan. Nah, ini yang harus kita awasi,” pungkasnya.

Liputan: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??