Peringati Satu Dekade Pendamping Desa, Koorprov TPP Sumut Ajak TPP Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Pemberdayaan
Koreksi News
... menit baca
LANGKAT // KoreksiNews - Peringatan Hari Jadi Pendamping Desa yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi momentum refleksi penting bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat komitmen pengabdian serta meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat desa.
Mengusung tema “TPP Berdampak,” acara ini menjadi ruang kilas balik atas perjalanan panjang pendampingan desa. Para pendamping saling berbagi pengalaman, memetakan tantangan di lapangan, dan merumuskan upaya strategis untuk mendorong desa-desa di Sumatera Utara agar semakin berkembang, maju, dan mandiri.
Dalam sambutannya, Koordinator Provinsi (Korprov) Sumatera Utara, Siddik Suyatno, mengajak seluruh Pendamping Desa menjadikan momentum satu dekade ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kapasitas kerja.
“Momentum hari jadi Pendamping Desa mari kita jadikan refleksi diri untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemberdayaan agar memberikan dampak yang lebih baik,” ujar Siddik.
Ia menekankan bahwa peringatan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial belaka. Lebih dari itu, acara ini harus menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab TPP dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
## Satu Dekade Suka Duka Pengabdian di Lapangan
Perjalanan sepuluh tahun pendampingan desa menyimpan dinamika yang kaya. Di lapangan, para TPP terus berhadapan dengan tantangan riil, mulai dari dinamika sosial, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat lokal, hingga kondisi geografis yang kerap menyulitkan.
Tugas TPP kini tidak lagi sebatas mengurus administrasi dan mengawal pelaksanaan program. Pendampingan mencakup aspek yang lebih luas, seperti:
* Menguatkan kapasitas aparatur desa.
* Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
* Mengembangkan potensi ekonomi lokal.
* Mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Siddik menambahkan, sinergi yang kuat antara Pendamping Desa, pemerintah desa, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing.
Semangat "TPP Berdampak" menegaskan bahwa output pendampingan tidak boleh berhenti pada tumpukan laporan administrasi. Pendampingan dinyatakan berhasil jika mampu melahirkan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh warga.
Dampak nyata tersebut diwujudkan melalui perencanaan pembangunan yang partisipatif, pengelolaan Dana Desa yang akuntabel, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pemberdayaan intensif bagi kelompok perempuan dan generasi muda. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi TPP secara berkelanjutan mutlak diperlukan guna menjawab tantangan zaman.
Melalui kegiatan di Desa Telagah ini, para pendamping diharapkan dapat mempererat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang lebih solid. Evaluasi berkala dari lapangan akan menjadi bahan perbaikan mendasar untuk langkah pendampingan ke depan.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari angka program yang terealisasi. Indikator utamanya adalah meningkatnya kapasitas masyarakat, tumbuhnya ekonomi lokal, menguatnya kelembagaan desa, serta keberlanjutan manfaat dari pembangunan itu sendiri.
Selamat Hari Jadi Pendamping Desa. TPP Berdampak: Mengabdi dengan Hati, Bergerak Bersama, Mewujudkan Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera!. (RIVA).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
