E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Oknum Guru SMAN 1 Gunungsitoli diduga Lakukan Pungli Seragam Olahraga, Ini Kata Kepala Sekolah

GUNUNGSITOLI // Koreksinews
- Salah seorang oknum guru di SMA Negeri 1 (SMAN 1) Gunungsitoli diduga melakukan pungutan liar (pungli) berkedok pengadaan baju seragam olahraga. Modusnya, oknum tersebut ditengarai memerintahkan siswa untuk mengumpulkan uang dari teman-temannya tanpa sepengetahuan manajemen sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum guru tersebut bekerja sama dengan dua orang siswa untuk mengoordinasikan pembayaran baju olahraga. Biaya yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp180.000 hingga Rp250.000. Angka ini sontak memicu gelombang protes dari para orang tua murid yang merasa terbebani.

Dugaan pungli ini pertama kali terendus setelah ruang obrolan (grup) WhatsApp sekolah mendadak heboh. Salah satu orang tua siswa secara terbuka mempertanyakan urgensi serta legalitas pengadaan baju seragam tersebut.

Kepala SMAN 1 Gunungsitoli, Suriani Ganumba, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi pada Senin (5/10/2026), membenarkan adanya kegaduhan terkait kutipan pembelian baju olahraga itu. Ia menegaskan bahwa aksi oknum guru tersebut murni inisiatif pribadi dan di luar kebijakan institusi.

"Informasi tersebut benar. Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Perlu saya tegaskan, tindakan itu sama sekali tidak diketahui oleh sekolah karena sejak awal kami tidak ada melakukan pengadaan baju seragam sekolah," ujar Suriani di ruang kerjanya.

Suriani menambahkan, pihak sekolah sebelumnya sudah mengumumkan lewat grup WhatsApp bahwa tidak ada pengadaan baju olahraga resmi. Sebagai gantinya, siswa diinstruksikan mengenakan kaos putih dan celana training hitam setiap hari Jumat.

Kasus ini kini telah dilaporkan ke tingkat atas. Pihak sekolah mengaku sudah menyampaikan kronologi kejadian kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah Provinsi Sumatera Utara. "Kami sedang menunggu petunjuk dan instruksi selanjutnya dari Kacabdis," tambahnya.

Di sisi lain, oknum guru berinisial PN membantah keras tudingan bahwa dirinya sengaja berbisnis seragam atau melakukan pungli. PN mengklaim polemik ini murni karena salah paham, dan niat awalnya hanya ingin membantu siswa yang ingin memiliki kaos olahraga seragam seperti kakak kelas mereka.

"Sebenarnya saya tidak ada niat menjual baju olahraga ini. Dari awal saya sudah melarang karena tahu ini bisa bermasalah. Tetapi karena siswa tetap mau, saya hanya mengantarkan dan menunjukkan toko langganan saya. Proses pembelian langsung antara orang tua dan toko, bukan lewat saya," bela PN saat diwawancarai di ruang kerja Kepala Sekolah.

PN mengaku merasa tersudut, tertekan, dan menjadi korban fitnah akibat tuduhan sepihak ini. Ia menegaskan tidak mengambil keuntungan finansial sama sekali dari persoalan tersebut.

"Saya tidak mengambil keuntungan sepeser pun. Jika polemik ini terus berlanjut dan menyudutkan saya, saya siap mengambil langkah hukum atas pencemaran nama baik. Niat awal saya murni hanya ingin membantu siswa," tegas PN.

Liputan: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??