Bukan Sekedar Bantuan, Bang YD Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Gunungsitoli
Koreksi News
... menit baca
GUNUNGSITOLI // KoreksiNews — Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk bantuan konsumtif. Bagi Dr. H.C. Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau yang akrab disapa Bang YD, kepedulian yang lebih bermakna adalah ketika seseorang dibantu untuk bangkit, memiliki usaha, memperoleh penghasilan, dan pada akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Semangat itulah yang kembali diwujudkan Bang YD bersama Gerakan Peduli dengan menyalurkan bantuan modal usaha produktif sebesar Rp10 juta kepada Andi Mukhtar Telaumbanua, pemilik usaha panglong di Desa Moawe, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, pada Jumat (7/8/2026).
Bagi Bang YD, bantuan modal bukan sekadar memberikan sejumlah uang kepada masyarakat. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus upaya membuka jalan agar masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Bukan Sekadar Memberi, tetapi Memberdayakan
Selama ini, Gerakan Peduli bersama Bang YD terus mendorong pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan, hingga pendampingan.
Pendekatan tersebut berangkat dari satu pemikiran sederhana, yakni masyarakat tidak selamanya harus dibantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi perlu diberikan kesempatan dan kemampuan untuk menciptakan penghasilan bagi hari esok.
"Kalau kita hanya memberikan bantuan untuk kebutuhan sesaat, manfaatnya mungkin hanya dirasakan sementara. Tetapi kalau kita membantu masyarakat membangun usaha, memberikan modal, pelatihan, kemudian mendampingi agar usahanya berkembang, maka manfaatnya bisa berlangsung lebih panjang," ujar Bang YD.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika sebuah usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Usaha tersebut dapat menciptakan transaksi ekonomi, membuka peluang kerja, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar.
"Yang kita harapkan bukan hanya satu orang yang terbantu. Kita ingin satu usaha bisa tumbuh, kemudian berkembang, mempekerjakan orang lain, dan akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.Modal Harus Melahirkan Kemandirian
Dewan Pakar Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Ir. Armin Telaumbanua, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja keras dan mengembangkan usaha.
Ia berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga usaha yang dijalankan penerima bantuan semakin berkembang.
"Kiranya melalui bantuan ini dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, khususnya bagi masyarakat Kota Gunungsitoli," ujarnya.
Sementara itu, Bang YD menegaskan bahwa membangun ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan akses modal, pengetahuan, keterampilan, pendampingan, dan yang tidak kalah penting adalah kepercayaan.
"Kadang-kadang masyarakat bukan tidak mau bekerja. Mereka mau bekerja dan punya kemauan untuk maju, tetapi terkendala modal, keterampilan, atau akses. Di situlah kita hadir untuk membantu membuka jalan," tutur Bang YD.
Ia menambahkan, setiap bantuan usaha yang diberikan diharapkan memiliki orientasi jangka panjang.
"Harapan kami, bantuan ini bukan hanya menjadi penopang usaha hari ini, tetapi menjadi awal dari pertumbuhan usaha yang lebih besar. Kalau usahanya berkembang, keluarga semakin kuat secara ekonomi, dan kalau memungkinkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," katanya.
Penerima Bantuan: Ini Bukan Hanya Modal, tetapi Kepercayaan
Rasa syukur dan haru disampaikan Andi Mukhtar Telaumbanua. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi pengembangan usaha panglong yang dikelolanya.
"Terima kasih kepada Gerakan Peduli, khususnya Bang YD, atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini bukan hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk semakin serius mengembangkan usaha," ungkapnya.
Ia berkomitmen memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan produktif sehingga usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Kepedulian yang Ingin Melahirkan Banyak Orang Mandiri
Bagi Bang YD, membantu masyarakat bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat tumbuh setelah bantuan itu diberikan.
Karena itu, ia mendorong agar bantuan kepada masyarakat tidak berhenti pada pemberian modal. Masyarakat yang menerima dukungan juga perlu mendapatkan pengetahuan, pelatihan, serta pendampingan agar mampu mengelola usaha secara lebih baik.
"Yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Kita ingin masyarakat punya usaha, punya penghasilan, mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, dan kalau usahanya berkembang, bisa membantu orang lain juga," ujar Bang YD.
Ia percaya, perubahan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan bisa dimulai dari satu keluarga, satu usaha, satu peluang, dan satu orang yang berani memberikan kepercayaan.
"Kalau semakin banyak masyarakat yang memiliki usaha produktif dan mandiri, maka semakin kuat pula ekonomi masyarakat kita. Dari situlah kesejahteraan bisa tumbuh secara bertahap," katanya.
Langkah Gerakan Peduli bersama Bang YD tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat diarahkan menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi. Bukan sekadar hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga berusaha menciptakan jalan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk bangkit dan berkembang.
Dari modal usaha, pelatihan, hingga pendampingan, semangat yang dibangun adalah satu: membantu masyarakat hari ini, sekaligus menyiapkan mereka agar mampu berdiri mandiri di kemudian hari.
Dan bagi Bang YD, ketika satu keluarga mampu bangkit secara ekonomi, sesungguhnya satu bagian kecil dari masyarakat juga sedang bergerak menuju kehidupan yang lebih baik.
Editor: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

