E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Bang YD: Jangan Jadikan Jagung Sekadar Panen Seremonial, Petani Harus Sejahtera

GUNUNGSITOLI// Koreksinews
- Sejumlah kegiatan panen jagung yang dilakukan Pemerintah Kota Gunungsitoli dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam mendorong pengembangan sektor pertanian.

Namun, menurut Bang YD atau Dr. Yusman Dawolo, M.Kom.I, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan dengan perencanaan jangka panjang agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani jagung.

“Panen saat ini tentu merupakan langkah awal yang positif. Tetapi, kalau ingin menjadikan jagung sebagai kekuatan ekonomi Gunungsitoli, kita tidak boleh berhenti pada kegiatan tanam dan panen seremonial. Harus ada perencanaan jangka panjang dan pendekatan agribisnis yang terintegrasi,” kata Bang YD ketika dimintai pandangannya oleh awak media.

Menurutnya, pengembangan jagung harus dilakukan berdasarkan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, teknologi budidaya, pendampingan petani, hingga infrastruktur pascapanen dan kepastian pasar.

“Gunungsitoli harus membangun ekosistem pertanian jagung secara serius. Mulai dari pemetaan dan penyediaan puluhan ribu hektar lahan, pemilihan benih yang sesuai, pupuk, pendampingan dan teknologi budidaya, hingga mesin pengering, gudang, offtaker, serta industri pengolahan pangan dan pakan. Semua mata rantai itu harus terhubung,” ujarnya.

Karena itu, Bang YD mendorong perubahan paradigma pemerintah dari sekadar “program menanam jagung” menjadi “industri jagung.”

Menurutnya, ketika produksi sudah mencapai skala ekonomi, jagung dapat dikembangkan lebih jauh untuk mendukung industri pakan ternak, pangan olahan, perdagangan antardaerah, hingga usaha peternakan.

“Ketika produksi sudah memiliki skala ekonomi, jagung dapat dikembangkan lebih jauh untuk mendukung industri pakan ternak, pangan olahan, perdagangan antardaerah, hingga usaha peternakan,” jelasnya.

Bang YD juga mendorong agar Gunungsitoli menjadikan jagung sebagai basis pengembangan ekonomi baru di Kepulauan Nias.

“Kita tidak membutuhkan panen seremonial yang hanya menghasilkan foto. Kita membutuhkan jagung yang menghasilkan uang, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, melahirkan industri, dan membuat petani jagung di Gunungsitoli benar-benar sejahtera,” ujar Bang YD.

Menurut dia, posisi Gunungsitoli sebagai pusat perdagangan dan jasa dapat dikembangkan lebih jauh menjadi hub perdagangan, pengolahan, dan distribusi jagung untuk wilayah Kepulauan Nias.

“Kalau serius ingin menjadikan Gunungsitoli sebagai salah satu sentra jagung, kita harus belajar dari daerah-daerah yang sudah memiliki ekosistem produksi dan pasar, seperti Kabupaten Tuban, Bone, Lampung, dan Bima,” tegas Bang YD.

Bagi Bang YD, keberhasilan program jagung tidak cukup diukur dari luas lahan atau jumlah panen, tetapi harus dilihat dari produktivitas, kepastian pasar, harga jual, keuntungan bersih, peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta nilai tambah yang tinggal dan berputar di daerah.

“Ukuran keberhasilan bukan berapa kali pejabat hadir dalam panen raya. Ukurannya adalah berapa petani yang pendapatannya meningkat, berapa lapangan kerja yang tercipta, berapa nilai tambah yang tinggal di Nias, dan apakah anak-anak muda mulai melihat pertanian sebagai bisnis dan masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar petani tidak ditempatkan hanya sebagai produsen bahan mentah.

“Petani jangan hanya menjadi orang yang menanam dan memanen. Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati nilai tambah. Kalau produksi naik tetapi petani tetap miskin, berarti ada persoalan dalam sistem agribisnis yang harus diperbaiki,” tutup Bang YD.

Editor: Ganda Pasaribu
Sumber: Yusman Dawolo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??