E8lLixHRDGb1xRnfaGQAOqap3MrzuUX2KzUNPsqv
Bookmark

Jangan Fokus Kepada UMKM Yang Sudah Berkembang, Bang YD: Pengusaha Pemula Juga Butuh Modal dan Kesempatan

GUNUNGSITOLI // KoreksiNews
– Tokoh dan pemerhati Kepulauan Nias, Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau yang akrab disapa Bang YD, meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat yang ingin merintis usaha.

Menurutnya, program pelatihan dan bantuan modal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus memberikan kesempatan yang adil, bukan hanya menyasar pelaku usaha yang sudah berkembang, tetapi juga masyarakat yang baru ingin memulai usaha.

“Pelatihan dan modal itu harus membuka kesempatan bagi pengusaha baru, bukan hanya diberikan kepada UMKM yang sudah maju saja,” ujar Yusman kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Ia menilai, pelatihan keterampilan dan digitalisasi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah positif. Namun, masyarakat yang baru ingin berusaha juga membutuhkan modal agar ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam kegiatan usaha nyata.

Menurutnya, banyak masyarakat memiliki keinginan membuka warung, berjualan makanan, beternak, atau menjalankan usaha kecil lainnya. Sayangnya, keterbatasan modal sering kali membuat niat tersebut tidak bisa diwujudkan.

“Harus ada kebijakan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat Gunungsitoli, terutama yang mau berusaha, supaya mereka bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri,” tegasnya.

Kepedulian Yusman terhadap UMKM bukan sekadar melalui kritik dan masukan. Ia juga pernah menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM di Kota Gunungsitoli serta memberikan bantuan modal usaha tanpa bunga untuk membantu masyarakat mengembangkan usahanya.

Baginya, pelatihan dan modal harus berjalan beriringan. Keterampilan penting untuk menjalankan usaha, tetapi tanpa modal awal, masyarakat akan kesulitan memulai.

Karena itu, ia berharap Pemko Gunungsitoli membuka lebih banyak kesempatan bagi calon pengusaha, termasuk melalui pendataan menyeluruh terhadap UMKM yang sudah berjalan maupun masyarakat yang baru ingin merintis usaha.

“Pemerintah harus mengetahui apa kendala masyarakat di lapangan. Jangan sampai bantuan dan pelatihan hanya berputar di lingkaran yang itu-itu saja,” ungkapnya.

Yusman berharap program pemberdayaan UMKM tidak hanya dinilai dari banyaknya pelatihan yang dilaksanakan, tetapi juga dari berapa banyak masyarakat yang akhirnya mampu membuka usaha, memperoleh penghasilan, dan bertahan secara ekonomi.

Menurutnya, ketika masyarakat diberi kesempatan dan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru di Kota Gunungsitoli.

Editor: Ganda Pasaribu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi."
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar
𝐀𝐩𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐝𝐚??